KERTAS KERJA KELOMPOK 01

Posted in AUDITING on February 3, 2010 by pandamlucuabis

Ketua              :    Pandam Rukmi Wulandari (20207845)

Anggota          :  Delvita Dita Putri Anggrayni (20207269)

Shelly Huzaynah (21207019)

Sri Wahyu Handayani (21207047)

Windy Atmawardani Rachman (21207174)

Read more: KKP Kelompok 01

Object             : Manufacturing Accounts Payable Department

Klien               : Anthoni CPA

CHAPTER 14

Posted in AUDITING on February 3, 2010 by pandamlucuabis

14-28

a)      By using judgement

Read more »

INTERNET PROBLEMS (N-A01)

Posted in AUDITING on February 3, 2010 by pandamlucuabis
  1. What are the two required elements of management’s report on internal control?

The Commission shall prescribe rules requiring each annual report required by section 13(a) or 15(d) of the Securities Exchange Act of 1934 (15 U.S.C. 78m or 78o(d)) Read more »

INSURANCE-BRIEF ENCOUNTER

Posted in PERBANKAN on May 25, 2009 by pandamlucuabis

Asuransi adalah sebuah sistem untuk merendahkan kehilangan finansial dengan menyalurkan resiko kehilangan dari seseorang atau badan ke lainnya. Read more »

UJIAN AKUNTANSI BIAYA

Posted in AKUNTANSI BIAYA on April 21, 2009 by pandamlucuabis

REVIEW

PENERAPAN METODE ACTIVITY-BASED COSTING SYSTEM DALAM MENENTUKAN BESARNYA TARIF JASA RAWAT INAP

Skripsi ini memaparkan penelitian yang telah dilakukan oleh penulis, dengan tujuan untuk mengevaluasi tarif kamar rawat inap pada RSUD Kabupaten BATANG. Rumah sakit terkait masih mempergunakan metode tradisional. Perbedaan utama penghitungan harga pokok produk antara akuntansi biaya tradisional dengan ABC adalah jumlah cost driver (pemicu biaya) yang digunakan dalam metode ABC lebih banyak dibandingkan dalam sistem akuntansi biaya tradisional. Cost driver merupakan faktor yang dapat menerangkan konsumsi biaya-biaya overhead. Faktor ini menunjukkan suatu penyebab utama tingkat aktifitas yang akan menyebabkan biaya dalam aktifitas.

Penulis membandingkan 2 metode (ABC dan tradisional) dan ditemukan adanya perbedaan dalam nominal tarif, di mana dengan mempergunakan activity based costing, nominal tarif menjadi lebih besar, kecuali pada kelas 1 dan VIP. Tarif menjadi hal yang sangat penting karena akan mempengaruhi profitabilitas Rumah Sakit terkait.

Nominal tarif dengan ABC lebih besar, karena biaya overhead pada masing-masing produk dibebankan pada banyak cost driver. Dalam metode ABC, alokasi biaya aktivitas kesetiap kamar tepat berdasarkan konsumsi masing-masing aktivitas. Penentuan activity based costing yang dilakukan oleh penulis, diantaranya :

1. Perhitungan tarif jasa rawat inap dengan menggunakan metode ABC, dilakukan melalui 2 tahap. Yaitu tahap pertama biaya ditelusur ke aktivitas yang menimbulkan biaya dan tahap ke dua membebankan biaya aktivitas ke produk. Sedangkan tarif diperoleh dengan menambahkan cost rawat inap dengan laba yang di harapkan,

2. Dari hasil perhitungan tarif rawat inap dengan menggunakan metode ABC, apabila dibandingkan dengan metode tradisional maka metode ABC memberikan hasil yang lebih besar kecuali pada kelas VIP Utama I yang memberikan hasil lebih kecil. Perbedaan yang terjadi antara tarif jasa rawat inap dengan menggunakan metode tradisional dan metode ABC, disebabkan karena pembebanan biaya overhead pada masing-masing produk.

Jawaban No.1. click here

Jawaban No.2. click here

artikel perbankan

Posted in TUGAS KULIAH on April 3, 2009 by pandamlucuabis

PENTINGNYA REGULASI PERBANKAN TERKAIT DENGAN MODAL DAN RESIKO

Bank adalah sebuah lembaga penghimpun dana, yang memiliki otoritas untuk menerima simpanan, memberikan/menyalurkan kredit, dan menerima serta menerbitkan cek.

Bank sebagai institusi tentu memiliki resiko yang melekat padanya (inherent risk) yang akan mempengaruhi aktivitas perbankan khususnya, dan perekonomian nasional umumnya. Read more »

PERBANKAN SYARIAH

Posted in PERBANKAN on March 30, 2009 by pandamlucuabis

PERBANKAN SYARIAH

Pemerintah sedang menggalakkan “Islamic Banking” yaitu melalui perbankan Syariah. Dalam pendiriannya bank Syariah menggunakan “CAELS”, instead of “CAMELS”. Read more »

FISKAL DAN MONETER POLICY DI PEREKONOMIAN 4 SEKTOR

Posted in ekonomi on March 27, 2009 by pandamlucuabis

KEBIJAKAN MONETER DAN FISKAL 2009 AKAN DIPERKETAT

Pemerintah akan memperketat arah kebijakan pengelolaan fiskal dan moneter pada 2009 dibandingkan dengan tahun ini, di antaranya dengan melanjutkan program pemangkasan anggaran departemen. Read more »

PERGESERAN PENAWARAN DAN PERMINTAAN

Posted in ekonomi on March 27, 2009 by pandamlucuabis

LONG WEEKEND FEVER

Liburan merupakan moment yang paling dinanti oleh para karyawan, pelajar, mahasiswa, dan kalangan lainnya untuk me-refresh kembali pikiran mereka setelah suntuk oleh aktifitas yang menumpuk dan lingkungan pekerjaan dengan pressure yang tinggi. Read more »

PERILAKU PRODUSEN DAN KONSUMEN

Posted in ekonomi on March 27, 2009 by pandamlucuabis

BRANDED STUFF

Perilaku konsumen terasa semakin dibutuhkan di zaman kompetisi. Keberagaman juga terjadi dengan bermunculan banyak produsen. Kini produk makin terdiferensiasi.  Ada produk umum, ada produk kualitas. Produk dengan berbeda ukuran, berbeda bentuk, berbeda warna, berbeda kemasan. Bergaining konsumen semakin tinggi. Perilaku konsumen semakin diperlukan dengan bermunculan banyak produsen. Read more »