REVIEW
PENERAPAN METODE ACTIVITY-BASED COSTING SYSTEM DALAM MENENTUKAN BESARNYA TARIF JASA RAWAT INAP
Skripsi ini memaparkan penelitian yang telah dilakukan oleh penulis, dengan tujuan untuk mengevaluasi tarif kamar rawat inap pada RSUD Kabupaten BATANG. Rumah sakit terkait masih mempergunakan metode tradisional. Perbedaan utama penghitungan harga pokok produk antara akuntansi biaya tradisional dengan ABC adalah jumlah cost driver (pemicu biaya) yang digunakan dalam metode ABC lebih banyak dibandingkan dalam sistem akuntansi biaya tradisional. Cost driver merupakan faktor yang dapat menerangkan konsumsi biaya-biaya overhead. Faktor ini menunjukkan suatu penyebab utama tingkat aktifitas yang akan menyebabkan biaya dalam aktifitas.
Penulis membandingkan 2 metode (ABC dan tradisional) dan ditemukan adanya perbedaan dalam nominal tarif, di mana dengan mempergunakan activity based costing, nominal tarif menjadi lebih besar, kecuali pada kelas 1 dan VIP. Tarif menjadi hal yang sangat penting karena akan mempengaruhi profitabilitas Rumah Sakit terkait.
Nominal tarif dengan ABC lebih besar, karena biaya overhead pada masing-masing produk dibebankan pada banyak cost driver. Dalam metode ABC, alokasi biaya aktivitas kesetiap kamar tepat berdasarkan konsumsi masing-masing aktivitas. Penentuan activity based costing yang dilakukan oleh penulis, diantaranya :
1. Perhitungan tarif jasa rawat inap dengan menggunakan metode ABC, dilakukan melalui 2 tahap. Yaitu tahap pertama biaya ditelusur ke aktivitas yang menimbulkan biaya dan tahap ke dua membebankan biaya aktivitas ke produk. Sedangkan tarif diperoleh dengan menambahkan cost rawat inap dengan laba yang di harapkan,
2. Dari hasil perhitungan tarif rawat inap dengan menggunakan metode ABC, apabila dibandingkan dengan metode tradisional maka metode ABC memberikan hasil yang lebih besar kecuali pada kelas VIP Utama I yang memberikan hasil lebih kecil. Perbedaan yang terjadi antara tarif jasa rawat inap dengan menggunakan metode tradisional dan metode ABC, disebabkan karena pembebanan biaya overhead pada masing-masing produk.
Jawaban No.1. click here
Jawaban No.2. click here